GARIS GAWANG
TimnasKilas3 menit baca

Alasan Paes Duduk Cadangan dan Respons Ajax Usai Kalah Hajduk Split

Ajax Amsterdam mengalami kekalahan 1-2 dari Hajduk Split dalam laga pembuka fase liga UEFA Conference League 2026/2027 yang berlangsung Kamis malam. Pelatih Míchel Sánchez memutuskan untuk tetap menempatkan Marc-Andre ter Stegen sebagai penjaga gawang utama, sementara Maarten Paes didudukkan di bangku cadangan. Keputusan ini diambil berdasarkan akumulasi menit bermain dan performa kiper yang telah ada di skuad.

Redaksi Garis GawangTerbit Diperbarui
Dekat bola sepak kuning di lapangan hijau, sempurna untuk tema olahraga dan rekreasi.
Ilustrasi · Foto: Anil Sharma / Pexels

JAKARTA, GARIS GAWANG — Ajax Amsterdam mengalami kekalahan 1-2 dari Hajduk Split dalam laga pembuka fase liga UEFA Conference League 2026/2027 yang berlangsung Kamis malam [3]. Pertandingan yang menjadi debut Ajax di kompetisi ini juga menandai kembalinya Hajduk Split ke kancah Eropa setelah penantian selama 16 tahun [2].

Keputusan strategis pelatih Míchel Sánchez menempatkan Maarten Paes di bangku cadangan menjadi sorotan utama pasca-laga [4]. Alasannya jelas: Marc-Andre ter Stegen tetap dipercaya sebagai penjaga gawang utama untuk menghadapi Hajduk Split [4]. Data Opta mendukung pilihan tersebut, di mana Ter Stegen telah mencatatkan 810 menit dalam sembilan penampilan, sementara Paes hanya mengumpulkan 450 menit dari lima pertandingan [4].

Meskipun Paes tidak bermain, Ajax memiliki catatan tandang yang cukup baik dengan lima kemenangan dari enam laga kompetitif musim ini [2]. Namun, mereka gagal mencatat clean sheet dalam lima laga terakhir [2]. Kiper utama, Ter Stegen, justru dibobol dua gol oleh Hajduk Split dalam laga ini [3]. Gol pertama Hajduk dicetak Abdoulie Sanyang pada menit ke-37, disusul penyesuaian skor oleh Davy Klaassen pada menit ke-53 [3]. Kemenangan Hajduk Split dipastikan oleh Marin Soticek yang mencetak gol pada menit ke-55 [3].

Sofyan Amrabat, pemain Ajax, mengakui bahwa kekalahan ini sangat menyakitkan bagi tim [1]. Ia menilai bahwa jika peluang besar yang diciptakan Tolu Arokodare pada menit ketujuh berhasil dikonversi menjadi gol, jalannya pertandingan akan sangat berbeda [1]. Amrabat juga menekankan bahwa musim masih panjang, sehingga tim perlu bangkit dari kekalahan ini [1].

VAR Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Garis Gawang, bukan bagian dari laporan fakta

Keputusan Míchel Sánchez untuk tetap mengandalkan Marc-Andre ter Stegen di gawang Ajax, meskipun Maarten Paes memiliki performa cemerlang bersama Timnas Indonesia, mencerminkan prioritas stabilitas kiper di level klub. Data Opta yang menunjukkan dominasi menit bermain Ter Stegen (810 menit) dibandingkan Paes (450 menit) menjadi dasar objektif bagi pelatih untuk tidak mengubah formasi di laga krusial fase grup. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap kiper utama yang telah teruji masih lebih diutamakan daripada performa internasional yang baru-baru ini diraih Paes.

Kekalahan Ajax dari Hajduk Split, meskipun hanya selisih satu gol, menjadi peringatan dini bagi skuad Belanda. Kegagalan mencatat clean sheet dalam lima laga terakhir, ditambah dengan absennya beberapa pemain kunci seperti Kasper Dolberg dan Caio Henrique, menunjukkan kerentanan pertahanan Ajax. Respons Sofyan Amrabat yang menyebut kekalahan ini menyakitkan namun menekankan bahwa musim masih panjang, menunjukkan kesadaran tim bahwa mereka masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa sebelum fase gugur dimulai.

Sumber

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

Baca juga

Alasan Paes Cadangan dan Respons Ajax Usai Kalah Hajduk