Ekonomi Mandalika Tembus Rp5,2 Triliun, Logistik Pasca-MotoGP 2026 Dikawal
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencatatkan dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dari 157.875 pengunjung yang hadir di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada 9–11 Oktober 2026. Pasca-acara, Polda NTB mengerahkan personel dan kendaraan untuk mengawal 26 kontainer logistik menuju bandara demi memastikan distribusi berjalan aman. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh belanja pengunjung yang mencapai rata-rata Rp8,56 juta per orang.

JAKARTA, GARIS GAWANG — Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 resmi berakhir dengan pencapaian ekonomi yang menggembirakan bagi industri pariwisata dan otomotif lokal. Berdasarkan kajian Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) Institut Teknologi Bandung, total dampak ekonomi yang tercipta mencapai Rp5,2 triliun [2]. Angka ini melampaui target dan menunjukkan pertumbuhan sekitar 4,8% dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan Rp4,96 triliun [2].
Kehadiran penonton juga menunjukkan tren positif yang signifikan. Sebagai perbandingan, rata-rata belanja pada 2023 tercatat sekitar Rp3,5 juta per orang [2]. Estimasi pengeluaran langsung pengunjung mencapai Rp1,35 triliun [2].
Di sisi operasional pasca-acara, keamanan logistik menjadi prioritas utama. Pengawalan dilakukan dalam dua gelombang dengan setiap gelombang membawa 13 kontainer [1].
Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso, Dirlantas Polda NTB, menyatakan pengawalan dilakukan untuk memastikan pergerakan logistik menuju bandara berjalan aman, tertib, serta lancar [1]. Personel di lapangan juga memantau situasi lalu lintas sepanjang perjalanan [1].
Dukungan infrastruktur siaran juga menjadi kunci keberhasilan acara ini. Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, menegaskan peran strategis satelit dalam menjangkau pasar global [4].
Pembalap Yamaha Moto2 Izan Guevara berhasil menang pada seri Mandalika [3].
VAR Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Garis Gawang, bukan bagian dari laporan fakta
Peningkatan belanja per kapita dari Rp3,5 juta menjadi Rp8,56 juta menunjukkan bahwa strategi monetisasi pengalaman (experience economy) berhasil diterapkan. Pengunjung tidak hanya membeli tiket, tetapi juga akomodasi, kuliner, dan merchandise. Ini adalah model bisnis yang berkelanjutan jika dipertahankan, karena mengurangi ketergantungan pada sponsor tunggal dan meningkatkan revenue stream dari sisi B2C.
Infrastruktur logistik dan siaran juga menjadi aset strategis. Pengawalan ketat terhadap 26 kontainer logistik mencerminkan kompleksitas rantai pasok event kelas dunia. Sementara itu, jangkauan siaran Telkomsat ke Asia dan Eropa membuktikan bahwa hak siar internasional adalah komoditas bernilai tinggi. Bagi penyelenggara, ini adalah peluang untuk negosiasi hak siar yang lebih baik di masa depan, mengingat infrastruktur siaran sudah teruji stabil dan menjangkau pasar global. Sponsor seperti Pertamina dan Yamaha juga mendapatkan ROI yang terukur melalui integrasi produk dan program loyalitas yang terintegrasi.
Sumber
- 1
- 2Kementerian Pemuda dan OlahragaPertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Pecahkan Rekor pengunjung, Dampak Ekonomi Tembus Rp5,2 Triliunkemenpora.go.id
- 3Yamaha Motor IndonesiaYamaha Ajak Konsumen Nikmati MotoGP Mandalika 2026 dan Jelajyamaha-motor.co.id
- 4ANTARA News JambiTelkomsat Hadirkan Dukungan Siaran MotoGP Mandalika 2026 hingga Asia dan Eropajambi.antaranews.com