PSIM Yogyakarta Tumbang 1-2 dari PSM Makassar di Bantul
PSM Makassar berhasil mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor akhir 2-1 dalam laga pekan kelima BRI Super League 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10/2026). Kemenangan ini membuat PSM Makassar mengamankan tiga poin pertama mereka di musim ini, sementara PSIM Yogyakarta terus terperosok di zona degradasi klasemen. Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menilai timnya kurang beruntung karena gagal memanfaatkan peluang di babak pertama.

JAKARTA, GARIS GAWANG — PSM Makassar berhasil meraih kemenangan pertama mereka di musim BRI Super League 2026/2027 dengan mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat malam [1]. Gol-gol penentu kemenangan dicetak oleh Fahrul Aditia pada menit ke-50 dan Stefan Jevtoski di menit ke-66, sebelum Ze Valente membalas satu gol untuk PSIM melalui titik penalti di menit ke-82 [1]. Kemenangan ini menjadi poin perdana bagi PSM Makassar yang kini menempati posisi ke-12 klasemen, sementara PSIM Yogyakarta terus terperosok ke peringkat ke-16 dengan hanya satu poin dari lima laga [2].
Laga ini diwarnai dengan kehadiran gelandang Polandia, Adrian Purzycki, yang kembali memperkuat PSIM setelah menyelesaikan masa hukuman kartu merah [3]. Purzycki menyatakan dirinya siap memberikan performa terbaik untuk membantu tim meraih tiga poin penuh [3]. Namun, PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Dusan Lagator mendapat kartu merah di menit ke-79 [1]. Kehadiran Purzycki diharapkan menjadi penguat lini tengah PSIM yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam membangun serangan [3].
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengakui bahwa timnya kurang beruntung karena gagal memanfaatkan peluang di babak pertama [2]. Van Gastel menjelaskan bahwa meskipun tampil dominan di awal pertandingan, mereka hanya sedikit kurang beruntung dalam menyelesaikan aksi [2]. Ia juga menyoroti bahwa timnya memiliki beberapa peluang emas namun gagal memanfaatkannya [2]. Situasi ini membuat Van Gastel merasa bahwa meraih kemenangan dalam setiap pertandingan saat ini terasa sangat sulit bagi timnya [2].
Di sisi lain, pelatih PSM Makassar berhasil meredam agresivitas PSIM dan mengamankan tiga poin perdana musim ini [5]. PSM Makassar menunjukkan ketangguhan dalam menjaga keunggulan skor meskipun PSIM terus menekan di babak kedua [4]. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi PSM Makassar untuk membangun momentum positif di tengah persaingan ketat di liga [5].
Laga ini berlangsung tanpa kehadiran penonton di Stadion Sultan Agung karena kebijakan yang berlaku [3]. PSIM masih berharap dapat segera bangkit dari keterpurukan klasemen dengan meraih kemenangan di laga-laga berikutnya [2].
VAR Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Garis Gawang, bukan bagian dari laporan fakta
Dengan tiga poin pertama yang berhasil diraih, PSM Makassar menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik dalam menghadapi tekanan lawan. Sementara itu, PSIM Yogyakarta terus menghadapi tantangan berat dalam menjaga stabilitas permainan, terutama setelah kehilangan pemain kunci seperti Dusan Lagator yang harus keluar karena kartu merah.
Kehadiran Adrian Purzycki menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat mengubah nasib PSIM Yogyakarta. Namun, kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang di babak pertama menjadi pelajaran berharga bagi Van Gastel untuk meningkatkan efisiensi serangan di laga-laga berikutnya. PSIM Yogyakarta perlu segera bangkit dari keterpurukan klasemen untuk menghindari risiko degradasi di musim ini.
Sumber
- 1
- 2
- 3baca pesanEksklusif! Cerita Nil Maizar di Balik Pasang Surut Perjuangan Pelatih di Championship 2026/2027bacapesan.fajar.co.id
- 4
- 5